Kamis, 26 Mei 2011

KTM Duke 125 Akan Pakai Mesin 200cc Untuk Indonesia?


Dalam sesi perkenalannya dengan jurnalis, Presiden Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) yang baru Tomotaka Ishikawa meyakinkan kita semua bahwa KTM Duke 125 bakal masuk Indonesia lewat Bajaj.

Saat diberi pertanyaan, kemungkinkan naked bike kolaborasi KTM dan Bajaj ini dijual di Indonesia, pria yang akrab disapa Tom San ini menjawab dengan lantang "Ya!".

Tapi, Tom San sepertinya kurang sreg dengan kapasitas mesinnya yang hanya 125cc. "Untuk Indonesia seharusnya lebih besar, mungkin 200cc," ungkapnya tanpa bisa memastikan kapan peluncurannya di Indonesia.

Di India, kabarnya KTM Duke 125 bakal dijual masal mulai akhir tahun ini. Kemungkinan besar baru tahun depan baru masuk Indonesia. Pastinya akan ada jeda, seperti saat peluncuran Bajaj Pulsar 220 di India dan Indonesia yang terpaut hampir satu tahun.

Saat ditanya berapa harga yang pantas untuk KTM Duke 125, Tom San mengaku belum bisa memberikan gambaran. "Kapannya saja belum tahu, apalagi harganya," ungkapnya sambil tersenyum.  (motorplus-online.com)

Selasa, 24 Mei 2011

TVS Tormax, Bebek Super Bertabur Fitur Futuristik


TVS Tormax yang menjadi jagoan baru dari PT TVS Motor  Company Indonesia (TMCI) di kelas bebek super, diklaim menjadi varian yang memiliki fitur paling komplit yang tak  bakal ditemui pada model pesaingnya.
 
Menurut Darmadi Tjuatja, Chief Operating Officer TMCI,  Tormax ini ditujukan bagi anak muda yang senang  mengeksperesikan diri. “Sehingga Tormax dibuat agar memiliki performa mantap, nyaman dikendarai dan bertabur teknologi tinggi,” jelas nya. Nah, apa saja fitur unggulan  yang tersemat pada Tormax? Yuk, kita kupas.
 
Pertama, bebek 150 cc ini mengandalkan perangkat sokbreker belakang tipe monoshock bertabung gas, yang merupakan varian  pertama di kelasnya. Dengan konfigurasi horizontal, suspensi ini diakui dapat meningkatkan kestabilan berkendara.


Selanjutnya ada teknologi Dual Tune Muffler (DTM) yang  bakal menambah kesan sporty pada motor yang dilepas Rp 14,9 juta ini. Pasalnya sistem DTM memungkinkan suara knalpot berubah dari normal menjadi gahar hanya dengan sentuhan tuas di dekat tuas choke saja.
 
Selain menampilkan sosok gahar, Tormax juga tak melupakan kodratnya sebagai alat transportasi dalam kota. Tak heran jika TVS menyematkan fitur lampu sein LED, automatic headlamp on (AHO) dan wheel hugger sebagai pelindung cipratan  air di belakang.
 
Bahkan bagasi bervolume 5 liter dan fitur unik berupa lampu  untuk menerangi plat nomor belakang juga terdapat pada Tormax. Sementara fitur andalan Tormax dalam menantang pesaingnya ada pada perangkat yang dinamakan Hi-Tech Digital Speedometer. Berbeda dengan motor sekelas yang juga mengaplikasi speedometer full digital, pada Tormax perangkat  tersebut dibuat lebih kompleks.


Selain berfungsi sebagai panel kecepatan, jarak  tempuh, bensin dan suhu, seperti pada indikator umumnya, kali ini panel tersebut ditambahkan mode pengingat kecepatan maksimum dan perekam akselerasi 0-60 km/jam.

Tak hanya itu, panel indikator ini juga dibekali fungsi pengingat masa service, racing mode panel, indikator aki hingga pengingat penggunaan helm. Berbekal fungsi lengkap, tak heran jika perangkat tersebut dihadirkan untuk mewakili nuansa teknologi tinggi nan futuristik pada motor berpendingin cair ini. (motorplus-online.com)
Penulis : Ilham | Teks Editor : Nurfil | Foto : Ilham